Tampilkan postingan dengan label MTs Al-Jamil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MTs Al-Jamil. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Januari 2013

Sosialisasi Akreditasi di MTs Al Jamil Tahun 2013

Sosialisasi Akreditasi Tahun 2013


Di MTs Al-Jamil Bare Eleh


Oleh UPA  S/M Kabupaten Lombok Tengah


Doc. AL-Jamil


Akreditasi sekolah/madrasah adalah kegiatan penilaian sekolah secara sistematis dan komprehensif melalui kegiatan evaluasi diri dan evaluasi eksternal (visitasi) untuk menentukan kelayakan dan kinerja sekolah/madrasah. Demikian dikatakan oleh Bapak Drs. H. Mingre Hamy selaku Unit Pelaksana Akareditasi (UPA) Kabupaten Lombok Tengah dalam acara sosialisasi Akreditasi Sekolah/Madrasah di MTs Al-Jamil Bare Eleh Desa Aik Bual Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah Senin, 07/01/2013. Lebih rinci beliau menjelaskan mengenai akreditasi sebagai berikut:


Akreditasi sekolah bertujuan untuk  menentukan tingkat kelayakan suatu sekolah dalam menyelenggarakan layanan pendidikan dan  memperoleh gambaran tentang kinerja sekolah sedangkan Fungsi akreditasi sekolah adalah : (a) untuk pengetahuan, yakni dalam rangka mengetahui bagaimana kelayakan & kinerja sekolah dilihat dari berbagai unsur yang terkait, mengacu kepada baku kualitas yang dikembangkan berdasarkIMAG0037an indikator-indikator amalan baik sekolah, (b) untuk akuntabilitas, yakni agar sekolah dapat mempertanggungjawabkan apakah layanan yang diberikan memenuhi harapan atau keinginan masyarakat, dan (c) untuk kepentingan pengembangan, yakni agar sekolah dapat melakukan peningkatan kualitas atau pengembangan berdasarkan masukan dari hasil akreditasi.


Selanjutnya beliau menjelaskan bahwa akreditasi sekolah/madrasah adalah suatau keharusan karena pada tahun 2014 nanti semua sekolah/madrasah harus diakreditasi, dan bagi sekolah/madrasah yang tidak mau melaksanakan akreditasi atau tidak bias lulus akreditasi maka ijin operasional sekolah/madrasah tersebut akan dicabut. Sekolah/madrasah yang tidak lulus akreditasi akan diberikan kesempatan tiga kali untuk mengikuti akreditasi berikutnya namun apabila selama tiga kali tersebut tidak lulus maka izin operasional sekolah/madrasah tersebut terpaksa akan dicabut. Namun walau dimikian Madrasah/sekolah tidak perlu takut untuk melaksanakan akreditasi karena semua penilaian akreditasi dilakukan oleh sekolah/madrasah itu sendiri dan yang dinilai tersebut adalah tugas guru atau sekolah yang dilakukan sehari-hari.


Dalam kesempatan tersebut Bapak Drs. Mingre mengatakan merasa bangga kepada MTs Al-Jamil karena walaupun lokasi Madrasahnya terpencil dan kondisi fisik madrasahnya masih sangat kurang tetapi berani mengajukan diri untuk dibina akreditasi. Karena banyak sekolah/madrasah yang dianggap baik dan kondisi fisiknya sangat bagus tetapi takut melaksanakan akreditasi.


Kepala Sekolah MTs Al-Jamil Bapak Ramli, S.Pd.I menyatakan alasannya kenapa MTs Al-Jamil belum akreditasi sampai sekarang beliau menjelaskan karena keadaan gedung madrasahnya yang belum memadai seperti sekolah/madrasah yang lain.  "Sekarang kami beserta semua guru dan staf  akan berusaha dengan segala usaha untuk dapat melaksanakan akreditasi  walaupun dengan keadaan serba kekurangan karena kalau tidak sekarang kapan lagi kita akan akreditasi" tegasnya.


read more

Rabu, 07 November 2012

MTs Al-Jamil Perlu Direhab

MTs Al-Jamil Perlu Direhab



MTs Al-Jamil adalah sebuah Lembaga pendidikan formal di bawah naungan Yayasan Al-Jamil berdiri sejak tahun 2002. Madrasah ini terletak di sebuah dusun yang terpencil di bagian paling utara Kabupaten Lombok Tengah tepatnya Bare Eleh Desa Aik Bual Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah NTB.

Keadaan Madrasah ini sangat sederhana bangunan gedungnya pun dibangun seadanya maklum perekonomian pengurus lembaga dan masyarakat sekitarnya rata-rata berada dalam eknomi lemah. Bila musim hujan maka siswa-siswinya tidak bias belajar karena atapnya sudah bocor. Segala usaha untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah sudah dicoba baik melalui proposal maupun secara langsung namun sampai saat ini belum ada hasilnya.

Siswa-siswi Madrasah ini cukup banyak yaitu kelas satu berjumlah 42 orang kelas dua berjumlah 22 orang dan kelas tiga 40 orang jumlah keseluruhannya 104 orang. Dengan keadaan yang demikian membuat siswa harus duduk berjejalan di kelas karena ukuran kelasnya sangat kecil 6 x 6 m4. Selain itu juga siswa yang sekolah di sini pasti orang tuanya adalah keluarga meskin karena seandainya ada masyarakat yang agak berada pastiny ia menyekolahkannya ke sekolah-sekolah yang sudah maju. Jadi untuk memungut biaya untuk pembangunan maka pengurus yayasan berpikir lima kali bahkan bila seorang guru meminta siswa untuk membeli LKS ja sangat susah.

Dalam keadaan yang demikian Madrasah ini tidak bisa dipandang sebelah mata baik oleh pemerintah ataupun masyarakat karena sejak berdirinya madrasah ini sudah 7 kali meluluskan siswa siswa miskin maka seandainya madrasah ini tidak ada maka akan banyak anak-anak negeri ini yang sekolahnya hanya sampai SD saja. Pertanyaannya adalah kapankah mimpi pengurus yayasan, madrasah, guru dan semua siswa akan terwujud yakni punya gedung madrasah yang layak dan nyaman sehingga mereka tidak harus berlari ketika hujan datang.
read more