Pada zaman dahulu di Pulau lombok tinggal seorang kakek tua bersama seorang cucunya yang bernama Balang Kesimbar. Kehidupan mereka sangat memprihatinkan. Mereka hidup sebagai petani penggarap atau buruh tani yang hanya memperoleh upah dari menggarap sawah. Balang Kesimbar tinggal bersama kakeknya setelah kedua orang tuanya meninggal dunia akibat wabah penyakit yang ganas menyerang desa tempat tinggalnya. Ketika itu Balang Kesimbar masih sangat kecil. Ia diasuh dan dibesarkan oleh kakeknya. Dengan penuh kesabaran sang Kakek mengasuh dan mendidik Balang Kesimbar. Meskipun kehidupan mereka serba kekurangan, akan tetapi kakeknya tidak pernah mengeluh dan putus asa. Balang Kesimbar mendapat pendidikan yang cukup berupa pendidikan akhlak dan budi pekerti. Ia diasuh dan diajar tata cara bergaul dan kesopanan serta agar selalu tabah dan sabar menghadapi ujian hidup. Di samping dididik oleh kakeknya sendiri, dia juga diserahkan belajar ilmu agama kepada seorang guru di kampungnya. Berkat pendidikan itu, ia dapat hidup dan bergaul di tengah masyarakat dengan budi pekerti yang baik. Balang Kesimbar tergolong anak yang rajin, tekun dan penyabar. Mengingat kakeknya yang sudah lanjut uloqa, ia berusaha membantu kakeknya dalam menyiapkan segala keperluan hidup yang apa adanya.
Tampilkan postingan dengan label dongen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dongen. Tampilkan semua postingan
Kamis, 31 Januari 2013
Langganan:
Postingan (Atom)