Tampilkan postingan dengan label Kegiatan PKBM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan PKBM. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Desember 2012

Sosialisasi Program Kursus dan Keaksaraan Fungsional

30072010703Praya, 27 Desember 2012 pukul 09.00 – 12.00 WITA di Aula Dikpora Kabupaten Lombok Tengah.  Pelaksanaan Sosialisasi Program Kursus dan Keaksaraan Fungsional yang diselenggarakan oleh dinas Dikpora Kabupaten Lombok Tengah dihadiri oleh 38 penyelenggara program kursus dan 32 penyelenggara PKBM se-Kabupaten Lombok Tengah. Hadir sebagai narasumber L. Kariadi ketua HIPKI Kabupaten Lombok Tengah dan Nasrullah ketua Forum PKBM Nusa Tenggara Barat.


Penyelenggraan sosialisasi tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih luas tentang tujuan dan prisip penyelenggaraan sebuah kursus dan program pendidikan non formal lainnya. Banyak lembaga kursus dan PKBM yang berdiri khususnya di Kabupaten Lombok Tengah keberadaannya diketahui sekali setahun atau ketika mendapatkan program dari pemerintah. Banyak lembaga pendidikan    non formal didirikan hanya untuk mendapatkan program-program dari pemerintah sehingga ketika tidak mendapatkan program pemerintah maka lembaga tersebut off dan menunggu program pada tahun selanjutnya.


[gallery type="slideshow" ids="314,315,313,311" orderby="rand"]

Untuk itu, diharapkan kepada seluruh pengelola untuk tidak hanya bergantung  kepada program-program yang diberikan pemerintah, tetapi harus terus berupaya untuk menciptakan program-program yang diminati dan dibutuhkan masyarakat sehingga keberadaan lembaga tersebut mendapatkan kepercayaan penuh  dari masyarakat.


Lalu Kariadi selaku ketua HIPKI menjelaskan tujuan berdirinya lembaga janganlah bertujuan hanya untuk social saja tetapi lebih dari itu bertujuan untuk bisnis atau interpreneur sehingga penyelenggara lembaga tersebut berpikir untuk menawarkan program-program yang layak dijual dan menghasilkan produk-produk yang siap pakai dan layak dijual. Lebih jelas Nasrullah sebagai ketua Forum PKBM Nusa Tenggara Barat menjelaskan sebuah lembaga haruslah bertujuan untuk mensejahterakan Lembaga dan mensejahterakan masyarakat. Mensejahterakan lembaga artinya adalah semua produk yang dihasilkan oleh lembaga tersebut baik produk dalam bentuk jasa atau orang atau produk dalam bentuk barang maka produk tersebut harus layak jual kepada masyarakat, penyandang dana/pemerntah, dan orang yang memerlukan out put dari lembaga tersebut. Kalau sebuah lembaga bertujuan hanya untuk social saja maka lembaga tersebu tidak akan pernah maju, karena kalau tidak ada program pemerintah maka lembaga tersebut akan mati. Tetapi kalau tujuannya untuk interpreneur maka ia kan terus berpikir untuk membuat produk yang layak dijual di pasar, dan akan berusaha untuk memperoleh kepercayaan masyarakat tentang output yang dihasilkan.

read more

Minggu, 25 November 2012

SOSIALILASI APLIKASI NILEM PKBM


Acara sosialasi aplikasi NILEM PKBM yang merupakan system baru dalam memperoleh NILEM PKBM diadakan di Aula Kantor Dikpora Kabupaten Lombok Tengah pada hari Ahad, 25 Nopember 2012 pukul 10.40 -12.30 WITA. Walaupun acara tersbut tidak begitu formal tetapi dihadiri oleh 39 perwakilan dari  Lembaga PKBM se-Kabupaten Lombok Tengah dengan narasumber dari Ditbindikmas pusat Bapak Januar Benthoni dan Sano Hartono.


Acara tersebut diadakan atas dasar inisiatif dari Bapak Kabid PNFPO Drs. Abdul Khalik Ibrahim, M.Pd karena melihat masih banyak lembaga yang belum memahami cara memperoleh NILEM PKBM. Lebih lanjut Bapak Kabid PNFPO mengatakan bahwa kedatangan Bapak Sano dan Bentho adalah dalam rangkan validasi data bagi lembaga yang sudah keluar NILEMnya dan seharusnya sudah pulang pada pagi harinya. Namun karena permintaan bari Bapak Kabid PNFPO maka beliau bersedia membatalkan kepulangannya untuk mengisi acara tersebut.


Dalam penjelasannya Bapak Bentho mengatakan bahwa mulai tahun 2012 ini proses mendapatkan NILEM bagi lembaga berbeda dengan proses pada tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun ini lembaga PKBM bias dengan mudah mendapatkan NILEM dengan cara mengakses di http://paudni.kemdiknas.go.id/dikmas/nilem-pkbm/ dan mengisi data lembaga secara mandiri. Seteleh mengisi data dan mencetak lembar verifikasi maka lembaga mengantar lembaga verifikasi tersebut ke Dinas Kabupaten setelah dinyatakan lolos maka lembar verifikasi diantar ke Dinas Dikpora Provinsi dan Dinas Provinsi menerbitkan NILEM.


read more

Rabu, 24 Oktober 2012

kf di desa wajageseng

Pembelajaran Keaksaraan Fungsional


(KF) Dasar  di Desa Wajageseng



Pelaksanaan Pembelajaran Keaksaraan Fungsional (KF) Dasar di Desa Wajageseng pada tahun ini telah dilaksanakan dengan baik. Pada tahun ini PKBM daruttaklim selaku penyelenggara melaksanakan program tersebut di 18 Dusun, yaitu Dusun Pertanian, Talun Ambon, Bual, Rabuli, Nyeredep, Bare Eleh, Ramus, Ld. Pengkores, Ld. Telaga, Wajageseng, Lingkung, Sumbek, Peseng, Lk, Godak, Dasan Baru, Eyat Nyiur, Kwangrase, dan Repok Bijang.


Sementara di Desa Wajageseng  warga buta aksaran menurut catatan desa terdapat 1337 warga buta aksara. Pada tahun 2011 telah dibelajarkan oleh PKBM Daruttaklim   sebayank 520 orang atau 26 kelompok dan pada tahun 2012 ini yang dapat dibelajarkan sebanyak 680 orang atau 34 kelompok warga belajar. jadi sisa yang belum dibelejarkan sebanyak 137 orang, pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan model inova kreatif atau dengan model 32 hari pertemuan.


Antusiasme masyarakat dalam mengikuti program keaksaraan sangat baik, ini terbukti dengan kehadiran warga belajar yang rutin setiap hari. Walaupun banyak kendala yang dihadapi warga ketika mengikuti pembelajaran namun semua bisa teratasi, di antara kendala yang dihadapi warga adalah kesibukan setiap hari dalam mencari nafkah untuk keluarga. Kendala ini bisa teraatasi dengan memberikan keluasan bagi warga belajar untuk menentukan sendiri waktu belajar mereka.

PKBM Daruttaklim selaku penyelenggara program Keaksaraan Fungsional (KF) Dasar di Desa Wajageseng mengontrol dan meninjau secara langsung   kegiatan pembelajaran di semua kelompok  dan memberikan motivasi kepada semua tutor dan warga untuk mengikuti dan melaksanakan program keaksaraan dengan baik dan sungguh-sungguh.
read more