Minggu yang lalu pencurian yang sama terjadi lagi di Peseng Desa Wajageseng Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah. Kali ini korbannya adalah ANDI seorang buruh harian di Pasar Peseng. Ia menceritakan bahwa motor kesayangannya Satria F hilang di rumahnya sendiri pada waktu malam hari, kejadian tersebut dengan sangat rapi tanpa sepengetahuan oleh pemilik kendaraan. Setelah dua hari kemudian dia ditelpon oleh pencuri tersebut dan diminta tebusan sebanyak Rp. 4.000.000. dan diancam untuk tidak melaporkannya ke aparat kepolisian.
Dari berbagai korban menceritakan bahwa apabila tebusan tersebut sanggup dibayar maka pemilik dengan pencuri bertemu di suatu tempat yang telah ditentukan pelaku dan berlangsung dengan sangat singkat. Tetapi apabila tidak sanggup membayar uang tebusan maka sepeda motor tersebut akan hilang selamanya.
Pertanyaannya adalah kenapa kegiatan kriminal tersebut bisa berjalan dengan aman dan kepolisian seakaan-akan tidak mau tau akan hal ini. Akhirnya masyarakat akan menjadi korban, masyarakat tidak merasa aman walaupun di rumahnya masing-masing.(Anan)
0 komentar:
Posting Komentar